
Pernyataan Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq yang menyatakan kejadian jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) bisa pengaruhi opini terhadap produk Sukhoi lainnya, misalnya, pesawat tempur yang mau dibeli Kemhan, ditanggapi dingin oleh pengamat pertahanan, Muradi.
“Tidak pada tempatnya membandingkan pesawat tempur Sukhoi dengan pesawat terbang sipil buatan Sukhoi, buat saya itu berlebihan dan kelihatan sekali (maaf) Komisi I dalam hal ini Mahfudz Siddiq tidak mengerti mengenai teknologi pesawat itu, “ ujar Muradi ketika dihubungi itoday, Jum'at (11/5).
Muradi menambahkan, membandingkan sesuatu yang berbeda jenis hanya karena dua produk tersebut dibuat oleh pabrikan yang sama, maka hal tersebut bukanlah perbandingan yang bijak dan adil.
“Kalau misalnya Sukhoi dibandingkan dengan F-18 atau F-16 maka itu benar, tetapi jika dibandingkan hanya karena satu pabrikan, maka itu bukan perbandingan yang bijak dan adil, “ jelasnya.
Tidak hanya menyayangkan pernyataan Mahfudz Siddiq, Dosen yang mengajar di Fisip Universitas Padjajaran, Bandung ini menduga, Mahfudz Siddiq memiliki agenda tersembunyi.
“Kelihatan sekali Mahfudz Siddiq memiliki hidden agenda. Mungkin saja ia punya keinginan untuk menggantikan pesawat tempur Sukhoi dengan pabrikan lain. Tetapi itu masih sumir, hanya saja bagi saya ketika ia bicara seperti iu, mahfudz tidak mengerti dan ia memiliki hidden agenda, “ duganya.*
sumber : http://www.itoday.co.id/politik/7720-terkait-jatuhnya-sukhoi-mahfudz-siddiq-punya-hidden-agenda-

No comments:
Post a Comment