Friday, May 11, 2012

Mobil Listrik Bisa Sebabkan Kebakaran Rumah

Houston - Minggu lalu sebuah rumah di Amerika Serikat terbakar. Penyidik mengatakan kalau kebakaran rumah itu disebabkan oleh sebuah mobil listrik. Keamanan sebuah mobil listrik pun kembali dipertanyakan. Kepala investigasi kebakaran Fort Bend County, Texas, Robert Baker mengatakan kalau kebakaran di rumah itu kemungkinan disebabkan oleh sebuah mobil listrik Fisker Karma yang ada di garasi. "Ya, Karma adalah asal api, tapi apa sebenarnya yang menyebabkannya saat ini kita tidak tahu," katanya. Menurut Baker pemilik rumah datang dengan Fisker Karma setelah berjalan-jalan dan 3 menit kemudian mobilnya terbakar. Sang pemilik mengatakan bahwa sebelum lahirnya api dirinya sudah mencium bau karet hangus. Kasus Fisker Karma terbakar memang sudah menjadi isu sejak akhir tahun lalu dan Fisker pun sudah melakukan penarikan dan perbaikan. Tapi masalahnya, sang pemilik baru membeli mobil ini pada bulan April lalu atau setelah kampanye recall dilakukan Fisker. Kebakaran pun melanda garasi yang kemudian menyebar ke lantai dua diatasnya meski tidak menimbulkan korban jiwa. Sementara kerugian yang ditimbulkan kebakaran ini dipastikan berada di angka US$ 100.000, harga sang pemilik membeli Fisker Karma yang baru dimilikinya itu dan itu belum termasuk sebuah SUV Mercedes-Benz dan Acura NSX yang ikut terbakar. "Ini tampak seperti kebakaran mobil golf. Di daerah pinggiran kota Houston telah ada sekitar 50 mobil golf (listrik) yang terbakar dalam setahun," katanya seraya mengatakan ada 15 peneliti yang menyelidiki masalah ini. Menanggapi laporan ini, Fisker tidak mau berkomentar. Produsen mobil listrik itu mengatakan akan menanti laporan resmi yang akan segera dikeluarkan kepolisian. "Ada laporan yang saling bertentangan dan ketidakpastian seputar kejadian tertentu. Penyebab kebakaran belum diketahui dan sedang diselidiki," jelas Fisker dalam sebuah pernyataan. "Kami belum melihat laporan tertulis pemadam kebakaran Fort Bend dan percaya bahwa investigasi mereka terus dilakukan," tambah mereka. "Sampai sekarang, penyidik asuransi ada beberapa yang terlibat, dan kami tidak mengesampingkan kemungkinan penipuan atau niat jahat. Kami menyadari bahwa api ditemukan di garasi di dalam atau sekitar kendaraan. Juga, sebuah panel listrik yang terletak di garasi sebelah kendaraan juga sedang diperiksa oleh penyidik serta pejabat pemadam kebakaran," paparnya. "Berdasarkan pengamatan awal dan inspeksi, baterai lithium ion Karma tidak sedang diisi pada saat itu dan masih utuh dan tidak muncul menjadi faktor dalam insiden ini," cetusnya lagi. "Fisker akan terus berpartisipasi penuh dalam penyelidikan tapi tidak akan berkomentar lebih jauh sampai semua fakta ditetapkan," tuntas Fisker.
sumber : detikcom
Enhanced by Zemanta

Survei: 12% Ibu Muda Masih Mainan Ponsel Saat ML

Hasil survei ini cukup mengejutkan. Ternyata cukup banyak ibu-ibu muda usia 18 sampai 35 tahun yang masih saja sibuk mengutak-atik ponselnya saat bercinta (ML) dengan pasangannya. Jumlahnya cukup banyak, 12% dari 1.700 responden yang diambil sampelnya. Survei tersebut digelar di Amerika Serikat oleh lembaga penerbitan wanita, Meredith Parents Network, pada ibu muda berusia 18-35 tahun yang sudah punya anak kecil. Survei ini coba mengungkap sejauh mana wanita di Negeri Paman Sam itu menggunakan teknologi. "Kami telah memperkirakan hasil survei memang akan seperti itu. Sayangnya kami belum punya data mengapa bisa begitu hasilnya," kata juru bicara dari Meredith Parents Network. Memang para wanita makin kecanduan menggunakan ponsel berikut teknologi di dalamnya. Selain pada saat sedang ML, kaum hawa juga banyak yang masih memakai handset meski sedang beraktivitas di kamar mandi. Persentasenya sejumlah 21%. Temuan lain dalam survei tersebut seperti rata-rata wanita punya 13 aplikasi terinstal di ponselnya. Separuh aplikasi itu ditujukan untuk anaknya. Sedangkan sejumlah 80% di antaranya juga mengaku sebagai pemakai situs jejaring sosial. Survei ini diselenggarakan akhir tahun lalu dengan dibantu oleh Zeldis Research Associates dan sampelnya dikatakan mewakili seluruh Amerika Serikat. Demikian seperti dikutip detikINET dari MSNBC, Jumat (11/5/20120. sumber : http://inet.detik.com/read/2012/05/11/154204/1915119/398/survei-12-ibu-muda-masih-mainan-ponsel-saat-ml

Tiba di Jakarta, Pacar Syahrini Ditemani Perempuan Cantik

Sebelumnya beredar kabar jika kekasih Syahrini, pria asal Malaysia bernama Bubu akan datang ke Jakarta. Ternyata, hal tersebut benar-benar terjadi. Pria berkepala plontos itu tiba sekitar pukul 18.00 WIB di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jumat, (11/5/2012). Ia datang bersama seorang perempuan cantik yang mengenakan jilbab. Dari pantauan detikHOT, Bubu nampak mengenakan kemeja abu-abu dipadu dengan jaket hitam dan celana panjang berwarna senada. Ia pun nampak dikawal beberapa pria berbadan tegap. Kekasih pelantun 'Kau yang Memilih Aku' itu nampak tak ingin diwawancarai wartawan. Namun ia menunjukkan sikap ramah saat disapa dan kerap menebar senyum. "Hallo, Assalamualaikum," katanya singkat dengan logat Melayu yang kental. Bubu pun langsung masuk ke dalam mobil Vellfire mewah berwarna putih milik Syahrini dan pergi meninggalkan bandara. Namun tidak diketahui apakah perempuan asal Bogor, Jawa Barat itu ada di dalam mobil atau tidak. sumber : http://hot.detik.com/read/2012/05/11/193228/1915387/230/tiba-di-jakarta-pacar-syahrini-ditemani-perempuan-cantik?h991102207
Enhanced by Zemanta

Terkait Jatuhnya Sukhoi, Mahfudz Siddiq Punya Hidden Agenda

97005 a Sukhoi Superjet 100 at the 2010 Farnbo...Pernyataan Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq yang menyatakan kejadian jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) bisa pengaruhi opini terhadap produk Sukhoi lainnya, misalnya, pesawat tempur yang mau dibeli Kemhan, ditanggapi dingin oleh pengamat pertahanan, Muradi. “Tidak pada tempatnya membandingkan pesawat tempur Sukhoi dengan pesawat terbang sipil buatan Sukhoi, buat saya itu berlebihan dan kelihatan sekali (maaf) Komisi I dalam hal ini Mahfudz Siddiq tidak mengerti mengenai teknologi pesawat itu, “ ujar Muradi ketika dihubungi itoday, Jum'at (11/5). Muradi menambahkan, membandingkan sesuatu yang berbeda jenis hanya karena dua produk tersebut dibuat oleh pabrikan yang sama, maka hal tersebut bukanlah perbandingan yang bijak dan adil. “Kalau misalnya Sukhoi dibandingkan dengan F-18 atau F-16 maka itu benar, tetapi jika dibandingkan hanya karena satu pabrikan, maka itu bukan perbandingan yang bijak dan adil, “ jelasnya. Tidak hanya menyayangkan pernyataan Mahfudz Siddiq, Dosen yang mengajar di Fisip Universitas Padjajaran, Bandung ini menduga, Mahfudz Siddiq memiliki agenda tersembunyi. “Kelihatan sekali Mahfudz Siddiq memiliki hidden agenda. Mungkin saja ia punya keinginan untuk menggantikan pesawat tempur Sukhoi dengan pabrikan lain. Tetapi itu masih sumir, hanya saja bagi saya ketika ia bicara seperti iu, mahfudz tidak mengerti dan ia memiliki hidden agenda, “ duganya.* sumber : http://www.itoday.co.id/politik/7720-terkait-jatuhnya-sukhoi-mahfudz-siddiq-punya-hidden-agenda-
Enhanced by Zemanta

[Mengejar Berita: Konyol] Dua Wartawan Terpencar dari Tim SAR Sukhoi

Sukhoi SuperJet 100 (SSJ-100) board #004 in To...Sukhoi SuperJet 100 (SSJ-100) board #004 in Tolmachevo (Novosibirsk) airport Русский: Sukhoi SuperJet 100 (Сухой СуперДжет 100) борт №4 в аэропорту Толмачево. По пути на МАКС-2009 (Photo credit: Wikipedia)VIVAnews - Dua orang wartawan terpencar dari rombongan tim evakuasi pencarian pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Dua wartawan itu terpencar sekitar 300 meter dari rombongan tim evakuasi yang berada di atas mereka. "Dua wartawan itu berada di ketinggian 1700 mdpl (meter dari permukaan laut)." Begitu bunyi suara petugas yang memberikan informasi lewat handy-talkie yang berada di Posko Embrio, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Jumat malam 11 Mei 2012. Dua wartawan itu diduga adalah Ray Jordan dari media online Detikcom dan Ade dari Balipos. Entah bagaimana mereka bisa terpisah dari tim evakuasi yang menyisir lokasi jatuhnya Sukhoi. Posisinya keduanya diduga berada di ketinggian 1700 mdpl. Sedangkan tim evakuasi berada di ketinggian sekitar 2000 mdpl. Suara wartawan dan tim evakuasi hanya terdengar sahut-menyahut di handytalkie. "Dua wartawan itu tidak punya senter. Sementara kondisi gelap dan berbukit," sambut suara tim evakuasi di titik lain. Hingga kini hanya terdengar suara dua wartawan itu dengan tim SAR yang berada di atasnya. Sementara, nomor telepon selular Ray Jordan sampai saat ini juga belum bisa dihubungi. (ren) sumber : http://nasional.vivanews.com/news/read/313038-dua-wartawan-terpencar-dari-tim-sar
Enhanced by Zemanta